Memiliki kondisi tubuh yang selalu sehat merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang, tubuh yang sehat harus dipengaruhi oleh makanan yang bergizi, air bersih, olahraga yang teratur, dan lingkungan sosial. Penyakit bisa hadir secara tiba-tiba meskipun kesehatan sudah dijaga dengan sangat baik, namun kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan orang disekitar kita, tanpa kita sadari penyakit menular dari orang-orang disekitar kita.
Penyakit menular sangat banyak sekali jenisnya mulai yang ringan seperti flu sampai yang berat seperti TBC, penyakit tersebut bisa dikatakan masih eksis didaerah negara berkembang seperti Indonesia yang kesadaran akan kebersihan lingkungannya masih lebih rendah ketimbang negara maju. Maka dari itu kehadiran vaksin atau imunisasi yang berfungsi sebagai tameng dari bahayanya penyakit sangat dibutuhkan bagi masyarakat.
Imunisasi merupakan merupakan pencegahan paling cost effective, tidak ada tandingannya kecuali pengadaan air bersih (Stanley Plotkins, 1995). Jika melihat pentingnya ketersidaan air bersih bagi kesehatan masyarakat ternyata berbanding terbalik dengan realita yang terjadi saat ini, coba kita lihat kondisi air sungai yang paling dekat dengan anda, bersihkah?, apakah tidak ada sampah atau limbah?, sebagai masyarakat negara berkembang tentunya kita tahu jawabannya.
Buruknya kondisi tersebut membuat kesehatan masyarakat menjadi terancam, dan salah satu pencegahan paling efektif adalah membuat benteng dengan imunisasi sesuai aturan, sehingga menjadi investasi sehat berjangka panjang, karena sekarang ini diperkirakan telah mencegah sekitar 3 Juta-an setiap tahunnya.
Hari Senin, tanggal 15 April kemarin Kementerian Kesehatan RI mengundang para Blogger dan Influencer untuk mengikuti pemaparan tentang pentingnya imunisasi lengkap untuk Indonesia sehat. Acara tersebut memberi pengetahuan penting untuk para audience untuk menyadari akan pentingnya imunisasi bagi para anak-anak untuk kehidupan sehat sampai ia dewasa. Sekaligus menyambut Pekan Imunisasi Dunia mulai tanggal 24 – 30 April mendatang.
Menjadi pertanyaan kita semua mengapa kita sangat memerlukan imunisasi? Jawabannya adalah imunisasi menghasilkan imunitas atau kekebalan tubuh karena infeksi alamiah akan menimbulkan kekebalan melalui pertahanan spesifik & non spesifik, mencegah penyakit yang menyebabkan kecacatan bahkan kematian, dan tentunya memenuhi kewajiban hak anak.
Jika anak-anak tidak diberikan imunisasi sejak dini maka mereka akan tidak memiliki kekebalan terhadap mikro organisme ganas (pathogen), mereka dapat sakit parah akibat menderita peenyakit infeksi berat, bisa jadi penular kepada orang lain disekitarnya, penyakit akan ikut menetap dalam lingkungan kelompok masyarakat karena tiadanya pencegahan dari imunisasi tersebut.
Berikut ini adalah segudang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yakni Tuberkulosis, Kanker hati, Difteri, Pertusis, Tetanus, Poliomyelitis, Pneumonia, Meningitis, Diare, Radang Otak, Demam berdarah, Radang selaput otak, Anjing gila, Campak, Rubela, Gondongan, Bakteremia, Cacar Air, Tifoid, Hepatitis A, dan Kanker serviks.
![]() |
| Tanpa imunisasi, anak menjadi lebih rentan penyakit |
Berbagi pengalamannya saat mengunjungi anak baru lahir di Amerika Serikat, Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI, Cissy B. Kartasasmita mengatakan “Saya mengunjungi anak yang baru lahir di Amerika saja harus di vaksin difteri dan partusis terlebih dahulu hal ini dilakukan agar orang luar yang berkunjung benar-benar terjamin bebas dari penularan penyakit”. Begitu ketatnya peraturan negara maju dalam menjaga generasi mudanya maka masyarakat kita juga harus sadar akan pentingnya hal tersebut.
![]() |
| Dari kiri-kanan: Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA - drg. R. Vensya Sitohang, M. Epid - Prof. Dr. issy B. Kartasasmita |
Lalu jika sebegitu pentingnya imunisasi, apakah imunisasi itu harus mengeluarkan biaya? Jabanya adalah tidak jika ditempat milik pemerintah, karena pelayanan imunisasi termasuk dalam program pemerintah yang dilakukan di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit pemerintah itu GRATIS. Seluruh vaksin untuk pelayanan imunisasi program disediakan oleh pemerintah.
Vaksin atau imunisasi sendiri terbuat dari berbagai macam bahan baku, tentunya tidak semuanya terbuat dari bahan baku yang halal, ada beberapa yang memang dari bahan yang bukan halal. Dalam hal ini pemerintah sangat memperhatikan masalah ini mengingat negara ini adalah memiliki warga muslim terbesar didunia. Untuk menjelaskan hal tersebut turuthadir Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Beliau menjelaskan imunisasi yang berbahan haram atau najis diperbolehkan jika dilakukan pada kondisi yang darurat atau al-hajat, belum ditemukannya vaksin lain, adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa memang tidak ada vaksin yang halal, baru semua itu diperbolehkan dalam fatwa MUI.
Jadi masyarakat harus benar-benar sadar akan pentingnya imunisasi lengkap terhadap anak-anak agar mereka terjaga dari serangan penyakit yang siap menyerang dimanapun, kapanpun tanpa mereka sadari. Maka jangan lupa imunisasikan anak anda sesuai waktu dan aturan yang berlaku.
















