Seni itu adalah suatu karya yang dibuat oleh seseorang yang
mana didalamnya memiliki nilai-nilai keindahan. Sedangkan seni itu sendiri
sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, jika dibayangkan dunia ini tidak
ada seni, mungkin dunia ini hanya flat, tanpa coretan warna, tanpa variasi
bentuk, monoton dan yang pasti akan sangat membosankan sekali.
Layaknya Galeri Kertas di Studio Hanafi, Depok yang telah
saya kunjungi, kertas yang berupa
selembaran putih yang mungkin biasa hanya kita pakai untuk menulis disini dirubah
dengan sedemikian rupa menjadi karya-karya indah yang memiliki karakternya
masing-masing berdasarkan pola pikir para senimannya yang mana rata-rata dari
mereka adalah para pemuda berumur 20-an.
Galeri Kertas ini adalah wadah pameran untuk menunjukan karya
seni visual dan juga seni rupa menggunakan media kertas, sehingga berbagai macam
karya seni terpajang di galeri ini,
seperti sketsa, instalasi tiga dimensi, desain komunikasi visual, rancang
bangunan yang mana semuanya menggunakan kertas sebagai material utamanya.
Terdapat tujuh karya yang ditampilkan didalam Ruangan Galeri
Kertas ini, mulai dari gabungan antara foto reruntuhan bangunan dengan lukisan,
kemudian rancangan bangunan yang terinspirasi dari kampung halaman si
senimannya, lalu gambaran dari dongeng-dongeng sebelum tidur, ada juga perpaduan
antara gambar dengan laser mapping, terus ada karya lipatan kertas berbentuk
pesawat yang tersusun dalam berbagai posisinya, kemudian ada gambar 3D
bernuansa jepang, dan yang terakhir ada lukisan menggantung yang terinspirasi
dari padatnya penumpang kereta api. Berikut ini adalah cerita latar belakang
para seniman dalam menuangkan karya-karya seninya.
Karya yang pertama yang saya lihat adalah karya buatan
seorang seniman muda yang masih kuliah bernama Ivan, dia menampilkan suatu
karya seni yang memadukan fotografi dan lukisan didalam karyanya. Ifan
terinspirasi dari kampung halamnnya yang terkena proyek kereta cepat Bandung –
Jakarta Bandung yang mana bangunannya sebagian hancur kemudian ia lengkapi foto
bangunan yang hancur tersebut dengan lukisan sesuai dengan kondisi saat utuh
sebelumnya.
![]() |
| Rekontruksi Sentimen karya Ivan Oktavian |
Lanjut ke karya yang kedua buatan seniman muda juga bernama
Gilang, dia membuat suatu rancangan bangunan perumahan disuatu perkampungan yang
dambil dari alam bawah sadarnya selama hampir seminggu yang didapatkan dari mimpi-mimpinya,
dia melihat seperti masuk kesuatu perkampungan yang kemudian bangunan-bangunan
yang ada didalam alam bawah sadarnya tersebut divisualisasikan menjadi sebuah
karya rancangan bangunan dari kertas.
Ketika masuk kedalam ruangan karya seni yang ketiga tiba-tiba
nuansanya berubah dari yang biasnya di karya-karya yang lain ditempat yang
terang, namun karya yang satu ini ditempatkan diruangan yang gelap, dan sentak
menjadi perhatian para penontonnya karena terdapat sumber-sumber cahaya dari lukisan yang terpampang disetiap
lukisan, yang mana urutan lukisan tersebut diambil dari imajinasinya saat orang
tuanya menceritakan negri dongeng nordik sebelum tidur di masa kecilnya si seniman
bernama Raka tersebut.
| Nord karya M Raka Septianto |
Kemudian kita turun kelantai bawah dan masuk ke karya seni
yang ke-empat buatan seniman muda bernama Jinggam, karya seni yang ditampilkan
kali ini lebih modern dari pada yang lainnya sebab karyanya menggunakan lukisan
yang di padukan dengan laser mapping, karya ini memiliki dua arti yakni disisi
lukisan dan laser mappingnya, lukisan adalah gambaran seseorang yang
mengerjakan sesuatu oleh dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain itu bisa saja
indah tapi akan lebih indah jika adanya peran orang lain didalamnya yang mana
orang lain tersebut adalah laser mapping tersebut.
![]() |
| Koneksi karya Jinggam |
![]() |
| Seen-Unseen Know-Unknow karya Kevin Nathaniel |
![]() |
| An Alterego Minded-Amiiko |
![]() |
| Kamu yang Mana karya Asmoadji |
Harapan saya kepada Galeri Kertas ini semoga pameran ini akan
terus membawa perubahan maju kedepan untuk melestarikan seniman-seniman muda
dalam menciptakan karya-karya indahnya sehingga seniman tidak bingung dalam
mencari wadah dalam menuangkan maha karyanya sendiri.
![]() |
| Kunjungan Blogger Depok Menulis |







0 comments:
Post a Comment