Monday, November 26, 2018

Pameran Galeri Kertas di Studio Hanafi Sedang Membara Dengan Jiwa Mudanya


Seni itu adalah suatu karya yang dibuat oleh seseorang yang mana didalamnya memiliki nilai-nilai keindahan. Sedangkan seni itu sendiri sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, jika dibayangkan dunia ini tidak ada seni, mungkin dunia ini hanya flat, tanpa coretan warna, tanpa variasi bentuk, monoton dan yang pasti akan sangat membosankan sekali.
Dokumen Pribadi, Syahrul Kartiko
Layaknya Galeri Kertas di Studio Hanafi, Depok yang telah saya kunjungi, kertas yang  berupa selembaran putih yang mungkin biasa hanya kita pakai untuk menulis disini dirubah dengan sedemikian rupa menjadi karya-karya indah yang memiliki karakternya masing-masing berdasarkan pola pikir para senimannya yang mana rata-rata dari mereka adalah para pemuda berumur 20-an.

Galeri Kertas ini adalah wadah pameran untuk menunjukan karya seni visual dan juga seni rupa menggunakan media kertas, sehingga berbagai macam karya seni  terpajang di galeri ini, seperti sketsa, instalasi tiga dimensi, desain komunikasi visual, rancang bangunan yang mana semuanya menggunakan kertas sebagai material utamanya.

Terdapat tujuh karya yang ditampilkan didalam Ruangan Galeri Kertas ini, mulai dari gabungan antara foto reruntuhan bangunan dengan lukisan, kemudian rancangan bangunan yang terinspirasi dari kampung halaman si senimannya, lalu gambaran dari dongeng-dongeng sebelum tidur, ada juga perpaduan antara gambar dengan laser mapping, terus ada karya lipatan kertas berbentuk pesawat yang tersusun dalam berbagai posisinya, kemudian ada gambar 3D bernuansa jepang, dan yang terakhir ada lukisan menggantung yang terinspirasi dari padatnya penumpang kereta api. Berikut ini adalah cerita latar belakang para seniman dalam menuangkan karya-karya seninya.

Karya yang pertama yang saya lihat adalah karya buatan seorang seniman muda yang masih kuliah bernama Ivan, dia menampilkan suatu karya seni yang memadukan fotografi dan lukisan didalam karyanya. Ifan terinspirasi dari kampung halamnnya yang terkena proyek kereta cepat Bandung – Jakarta Bandung yang mana bangunannya sebagian hancur kemudian ia lengkapi foto bangunan yang hancur tersebut dengan lukisan sesuai dengan kondisi saat utuh sebelumnya.

Rekontruksi Sentimen karya Ivan Oktavian
Lanjut ke karya yang kedua buatan seniman muda juga bernama Gilang, dia membuat suatu rancangan bangunan perumahan disuatu perkampungan yang dambil dari alam bawah sadarnya selama hampir seminggu yang didapatkan dari mimpi-mimpinya, dia melihat seperti masuk kesuatu perkampungan yang kemudian bangunan-bangunan yang ada didalam alam bawah sadarnya tersebut divisualisasikan menjadi sebuah karya rancangan bangunan dari kertas.
Silang karya Gilang Mustofa
Ketika masuk kedalam ruangan karya seni yang ketiga tiba-tiba nuansanya berubah dari yang biasnya di karya-karya yang lain ditempat yang terang, namun karya yang satu ini ditempatkan diruangan yang gelap, dan sentak menjadi perhatian para penontonnya karena terdapat sumber-sumber cahaya  dari lukisan yang terpampang disetiap lukisan, yang mana urutan lukisan tersebut diambil dari imajinasinya saat orang tuanya menceritakan negri dongeng nordik sebelum tidur di masa kecilnya si seniman bernama Raka tersebut.

Nord karya M Raka Septianto
Kemudian kita turun kelantai bawah dan masuk ke karya seni yang ke-empat buatan seniman muda bernama Jinggam, karya seni yang ditampilkan kali ini lebih modern dari pada yang lainnya sebab karyanya menggunakan lukisan yang di padukan dengan laser mapping, karya ini memiliki dua arti yakni disisi lukisan dan laser mappingnya, lukisan adalah gambaran seseorang yang mengerjakan sesuatu oleh dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain itu bisa saja indah tapi akan lebih indah jika adanya peran orang lain didalamnya yang mana orang lain tersebut adalah laser mapping tersebut.

Koneksi karya Jinggam
Dan melangkah kedepan sedikit kita akan melihat karya seni buatan seniman muda yang bernama Kevin, dia mengusung ide ruangan criminal dengan nostalgia di masa kecilnya yang mengartikan bahwa ruang criminal tidak harus bernuansa seram, kejam, dan mengerikan tapi juga bisa dibuat menyenangkan dengan sesuatu yang bisa diperbuat seperti contohnya karya ini. Seniman membuat karya kertas lipat dengan membentuk kertas tersebut menjadi pesawat terbang kemudian disusun dengan benang dan dengan berbagai sudut dan posisi layaknya sedang terbang diangkasa yang pastinya mengingatkan nostalgia dimasa-masa kecil dahulu.

Seen-Unseen Know-Unknow karya Kevin Nathaniel
Berlanjut ke karya seni ke-enam buatan seniman srikandi muda bernama Amiko, satu-satunya perempuan diantara tujuh seniman, dia membuat suatu karya seni berupa kertas bergambar kemudian kertas tersebuat dibuat sedemikian rupa menjadi bangunan tiga dimensi yang menceritakan kehidupan sehari-hari di suatu daerah bernuansa Jepang.

An Alterego Minded-Amiiko
Karya seni yang terakhir atau yang ke-tujuh adalah karya seni buatan seniman muda bernama Asmo, dimana karyanya menceritakan tentang kamu yang mana, di gambarkan suasana didalam kereta yang penuh sesak dengan berjubelnya penumpang didalam satu gerbong kereta hingga susah mengetahui kamu yang mana. Karyanya berupa sebagian kertas yang dipotong berdasarkan lukisanya, sebagian dilukis dinding, sebagian menggantung, dan sebagian dibawah.

Kamu yang Mana karya Asmoadji
Galeri Kertas sebagai ruang edukasi dan promosi, karya seniman muda ini akan selalu dibahas dan dinilai oleh seniman sudah berpengalaman yang kemudian dipamerkan ke bulan berikutnya, terus berulang seperti itu agar seniman muda dapat terus meregenerasi dan memberi kesempatan  kepada seniman-seniman muda yang lainnya.

Harapan saya kepada Galeri Kertas ini semoga pameran ini akan terus membawa perubahan maju kedepan untuk melestarikan seniman-seniman muda dalam menciptakan karya-karya indahnya sehingga seniman tidak bingung dalam mencari wadah dalam menuangkan maha karyanya sendiri.
Kunjungan Blogger Depok Menulis

0 comments:

Post a Comment